Majalengka-RoL — Proses pembangunan bandar udara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, mulai dirintis antara lain ditandai peletakan batu pertama Kantor Badan Kerjasama Pembangunan dan Pengelolaan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BKPPBUI) akan dilakukan pada April mendatang.
Hal itu menandakan dimulainya seluruh rencana kegiatan menghadapi pembangunan kawasan Bandara Udara Internasional Jawa Barat, demikian Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan pada saat peninjauan lokasi BUI Jawa Barat di Majalengka, Senin.
Danny mengatakan pembangunan gedung kantor tersebut dimaksudkan untuk memancing para investor untuk datang dan akhirnya dapat berinvestasi dalam pembangunan kawasan bandara di lahan seluas 5000 hektar yang diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar Rp 30 Trilyun.
“Harapan kami para investor dapat datang langsung ke BKPPBUI tanpa harus mendatangi Kantor Gubernur terlebih dahulu. Mereka dapat langsung melihat lahan dan berbagai rencana yang telah dibahas dalam feasibility study,” ujarnya.
Danny mengatakan pembangunan kantor ini juga merupakan embrio dari otorita sebagai pengatur dari kegiatan perbandaraan dan penunjang lainnya. Tim ini rencananya akan terdiri dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Konsultan dan Perguruan Tinggi.
“Kami juga akan meminta pembentukan Dewan Penasehat yang terdiri dari anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Hal ini dilakukan karena Bupati tidak mungkin dapat mengatur seluruh kegiatan secara sendirian,” ujar Danny. Danny mengatakan pembangunan kantor ini diperkirakan akan membutuhkan anggaran sebesar Rp 5.5 Milyar hingga Rp 6 Milyar.
“Pemkab Majalengka sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 2 Milyar dan Pemprov juga telah mengalokasikan anggaran dalam APBD 2006 sebesar Rp 3.5 Milyar hingga Rp 4 Milyar,” jelas Danny. Berkaitan dengan pembangunan kawasan BUI Jawa Barat ini, Danny menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan sembilan investor yang berasal dari negara ASEAN dan Eropa. Bahkan beberapa hari kedepan Danny akan menerima kunjungan dari calon investor yang berasal dari Malaysia.
Sementara itu Bupati Majalengka Tutty Hayati Anwar mengatakan Ijin Lokasi telah diterbitkan beberapa hari lalu. Penataan Tata Ruang kawasan tersebut juga telah selesai dilakukan oleh Pemkab Majalengka. “Kami akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya rencana pembangunan bandara ini,” ujarnya.
Sebelum ditetapkannya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka sebagai kawasan Bandara Internasional Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat telah menetapkan tiga alternatif tempat dari 11 lokasi yaitu di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang dan Kabupaten Majalengka.
Pemprov Jawa Barat menilai lokasi di Kecamatan Kertajati ini sangat ideal untuk pembangunan sebuah bandara dimana dari jalan utama Indramayu- Majalengka hanya berjarak 1.4 km saja. Selain kawasan bandara seluas 1800 hektar, luas lahan Aerocity dapat mencapai 3200 hektar yang terdiri dari kawasan industri, hunian, central park dan bebrapa penunjang lainnya.
Sampai saat ini masih belum ada lahan yang dibebasakan selain lahan seluas 120 hektar yang merupakan milik Pemprov Jawa Barat berupa Situ Cijawura dan Situ Cimaneuh. antara/pur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar